Minggu, 28 Desember 2014

Holiday project: read and write

Assalamualaikum.. selamat pagi ^^ setelah kemarin hujan seharian pagi ini agaknya matahari tak malu-malu menampakkan diri. Jadi, apa kabarmu pagi ini?
Hampir seminggu sejak aku pulang dari padang. Seminggu yang biasa saja. Tidak kemana-mana kecuali jumat kemarin. Bosan, tentu saja. Apalagi untukku yang suka jalan-jalan. Niatnya pagi ini ingin lari pagi di GBK, tapi tidak jadi karena adek tidak pulang. Aku senang bisa pulang. Tapi aku tidak suka liburan yang seperti ini.
Sepertinya liburan ini akan berbeda. Setelah seminggu yang membosankan, kemarin aku tersadar sesuatu. Di rumahku ada rak buku yang isinya full. Dari buku akhirat sampai buku dunia. Tiap keluar masuk rumah selalu aku lewati tapi jarang sekali aku membaca buku dari rak itu. Aku benar-benar mencermati judul-judul buku itu. Ternyata buku koleksiku sendiri cukup banyak. Lalu aku baca-baca judul di sisi sebelah kanan yang kebanyakan punya ayah dan ibuku. Cukup berat temanya hoho tapi menarik. Hmm.. sepertinya sebulan liburpun tak cukup untuk melahap semua buku itu.
Kebanyakan tema dari bukunya tentang politik, kesehatan, sejarah, dan arsitektur. Bukankah itu menarik? Untukku iya. Meskipun selama ini aku lebih suka membaca buku biografi dan sejarah. Aku rasa ini juga sebagai barter dari harga majalah yang semakin mahal.
Yap, liburan kali ini akan aku isi dengan menyelami ilmu dari penghuni rak buku keluargaku. Selain itu aku ingin rajin menulis lagi di sini untuk berbagi cerita denganmu. Hmm.. dan mungkin sesekali menggambar.
Aku benar-benar beruntung dengan buku yang melimpah itu.
Yeay... semoga liburan ini bermanfaat!!! ^^

Okey, tunggu cerita-ceritaku yang akan datang :)

Sabtu, 04 Oktober 2014

Mulai Lagi

Eid Mubarak!
Yaps, hari ini idul adha. Ini idul adha pertamaku di tanah rantau. Di wisma tinggal aku dan seorang teman dari sumatera utara. Teman wisma yang lain sedang pulang kampung karena sebagian besar memang orang minang. Hei, aku belum pernah cerita perjalananku sampai di padang ya? haha maaf ya, begitu banyak hal menakjubkan yang aku alami selama hampir tiga bulan di padang ini namun tak pernah aku ceritakan.
Rasanya kalau aku ceritakan dari awal akan sangat panjang dan membosankan. Aku ceritakan yang umum saja ya :)
Pertama kali sampai bumi minang ini aku langsung jatuh cinta. Untuk yang kedua kali sebenarnya. Sebelumnya aku pernah ke payakumbuh, bukittinggi, padang panjang, dan kota padang itu sendiri tentunya. Kesan pertama saat mulai hidup mandiri (jauh dari orang tua untuk waktu yang sangat lama) adalah makanan di sini mahal.. nah loh yang pertama dipikirin makanan. iya lah.. itu kebutuhan sehari-sehari, primer cuy!
Awal masuk Andalas biasa aja sebenarnya. Udah sering merantau kan.. tapi ternyata ini beda. Beda banget.. T.T Baru sadar di sini jauh banget dari rumah. bisa ketemu orang tua paling cepet ya enam bulan sekali. Rindunya musti dipupuk, biar pada waktunya mekar dengan indah, Eaaaa. Ekhm.. ternyata aku bisa rindu banget dengan keluarga, teman-teman, rutinitas, bahkan tempat-tempat yang pernah aku lewati seumur hidup ini.
Andalas ini ternyata luar biasa loh.. awal sampai di Unand aku ga tau sama sekali unand kampusnya kaya gimana, seperti apa, bahkan lambangnya juga ga tau. Parah banget kan?? Tapi setelah hari-hari ini kujalani, aku mulai sedikit tahu tentang Unand dan ternyata unand ini luar biasaaaa...!!
Ada suatu takdir di unand ini yang belum bisa aku pahami, meskipun ya kita ga harus paham, cukup syukuri saja. Aku bertemu seseorang, yang setelah itu aku benar-benar bersyukur bertemu dengan orang itu pada saat pertama kali menginjakkan kaki di ruangan yang sekarang sering aku kunjungi. Pada awalnya kesan pertamaku pada orang itu sebal sekali. Tapi aku tahu kata-katanya benar. Setelah itu aku termotivasi, Semangatku terbakar membara. Kadang-kadang sampai saat ini aku masih sangat sebal dengan orang itu. Tapi aku tak punya alasan yang tepat. Kau tau apa artinya ini?
Sampai di Padang ini hobiku jalan-jalan sendiri, mencari jalan, cari tau tempat-tempat yang asik tetap terlaksana. Masih tetap semau aku jalan aja sih. Ke mana kakiku melangkah, sampai tak kuat lagi baru berhenti huehehe. oiya, sepertinya aku sangat butuh sepeda di sini. Tidak, bukan untuk ke kampus. Bisa gempor aku kalau itu. Kampusku di bukit haha
Sepertinya sampai di sini dulu ceritaku. Sudah hampir maghrib dan aku harus pulang. Maaf ya ceritaku tidak banyak. Anggap aja ini sebagau pembuka, sebagai permulaan agar aku terbiasa menulis lagi di sini. Sangat lama aku tak bercerita. Ya, di sini memang tempatku bercerita dan kau bebas menyimak. Tak masalah :)
Semoga nanti malam aku bisa melanjutkan ceritaku. Pakaiaku menumpuk untuk disetrika huehehe
Sampai jumpa pada kesempatan selanjutnya ^^

Selasa, 13 Mei 2014

Aku yang selalu mencintai mentari pagi dan kini tengah merindukan terang "sinarnya".

Sabtu, 22 Maret 2014

Tarbiyah, Menyejarah

HARI itu, anak beranak, Ibrahim dan Isma'il menyelesaikan tugas peradaban mereka; membina dan meninggikan dasar-dasar Baitullah. Mereka berdua, dengan peluh yang belum terseka pada terik padang pasir yang memeras keringat, menengadahkan tangan. Doa itu, doa yang sederhana. Meminta agar amal-amalnya diterima. Doa itu, doa yang tawadhu'. Memohon petunjuk untuk beribadah dalam ridhaNya. Doa itu, doa yang menyejarah. Memohon kesinambungan peradaban untuk suatu ummat yang terus mendengar ayat-ayatNya, mempelajari kitab dan hikmah, serta mensucikan dirinya.
"Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengerjakan kepada mereka Al Kitab dan Al-Hikmah serta menyucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (Q.s. al-Baqarah [2]: 129)
          Doa itu berjawab. Dengarlah ketika Allah mengingatkan pewaris-pewaris Ka'bah yang membanggakan Ibrahim namun meninggalkan jalannya itu dengan sebuah kalimat yang abadi.
"Sebagaimana Kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepada kalian, Kami telah mengutus kepada kalian seorang Rasul di antara kalian yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kalian dan menyucikan kalian dan mengajarkan kepada kalian al Kitab dan Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kalian apa yang belum kamu ketahui. (Q.s. al-Baqarah [2]: 151)
          Lalu kaum yang buta huruf itu pun diajari untuk mendengarkan ayat-ayat Allah, mensucikan diri mereka dari dosa-dosa dan perilaku jahili, serta mempelajari Kitab Allah dan peri teladan yang diutusnya untuk menjadi kemuliaan bagi mereka. Muhammad, Shalallahu 'Alaihi wa Sallam adalah jawab bagi doa Ibrahim dan Ismail. Tiga hal selalu tersebut dalam ayat yang senada ini. Perhatikan misalnya, tiga kata yang selalu saya tebalkan di masing-masing ayat.
"Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayatNya kepada mereka, menyucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Al-Hikmah. Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata." (Q.s. al-Jumu'ah [62]: 2)
          Inilah tiga lankah yang dilakukan Rasulullah untuk merevolusi masyarakat jahiliyah, masyarakat yang berada dalam kesesatan nyata, menjadi guru dunia. Pertama, tilawah, berarti membacakan ayat-ayat Allah. Kedua, tazkiyah, artinya mensucikan. Dan ketiga, ta'lim, artinya mengajarkan. Secara sederhana, sering kita menyebut tiga hal dari doa Ibrahim, ijabah Allah, dan langkah-langah pembinaan Rasulullah itu dengan satu kata ringkas: tarbiyah
           Syaikhul Azhar 'Ali 'Abdul Halim Mahmud menyebut tarbiyah sebagai cara ideal dalam nerinteraksi dengan fithrah manusia, secara langsung maupun tidak, untuk memproses perubahan dalam diri manusia menuju kondisi yang lebih baik. Proses itu, menurutnya. harus menyentuh seluruh aspek kehidupannya, meliputi ruh, akal, dan jasmaninya. Setelah lama kaum muslimin 'sekedar menikmati' peradaban yang dibangun para pendahulu dengan jalan Nabawi itu, abad keduapuluh menyaksikan penggalian kembali nilai tarbiyah sebagai konsekuensi sampainya mereka di titik terbawah kemerosotan.
            Saat itu, cuaca peradaban sedang suram di seluruh dunia Islam. Mentari benar-benar telah tenggelam setelah kabut yang menggulung berabad lamanya sempurna menjadi malam dengan senja yang bertanduk syaithan. Tetapi empat tahun setelah 1924, tahun yang dikenang Taqiyyudin An Nabhani dan pergerakan Hizbut Tahrir sebagai tahun runtuhnya Khilafah, di mesir, purnama itu mulai mengintip malu dari balik awan, lelaki itu, Hasan Al Banna, membuat sebuah keputusan menyejarah di usianya yang keduapuluh dua. Al Ikhwan Al Muslimun. Pergerakan yang core-nya ia desain menurut doa Ibrahim, sesuai ijabah Ilahi, dan langkah-langkah Nabawi. Tarbiyah.
             'Umar At Tilmisani, pelanjutnya yang ketiga, menyebut sisten tarbiyah ini dalam membangkitkan kejayaan Islam akan menjadi jalan yang sangat panjang tapi tercepat, butuh waktu lama tapi terjamin hasilnya, dan perlu banyak pengorbanan namu terjaga ashalahnya. Demikianlah, katanya, karateristik da'wah para Rasul.
               Bagi gerakan yang didirikan Al Banna, tarbiyah sedikitnya memiliki tiga makna. Katakanlah ia berakar dari kata Rabaa, Yarbuu. Tumbuh. Tarbiyah menumbuhkan seseorang dari kekanakan ruh, kekanakan akal, dan kekanakan jasad menuju kematangan dan kedewasaan masing -masingnya. Ruh yang dewasa, akal yang dewasa, dan jasad yang dewasa untuk memetakan diri, menyikapi masalah-masalah., dan mengemban tugas-tugas. Tarbiyah adalah sebuah improvement.
               Atau Rabiya, Yurbii. Berkembang. Tarbiyah mengembangkan manusia Muslim dalam kemampuan-kemampuan yang dibutuhkannya menjalani kehidupan. Ia dalam tugasnya sebagai 'Abdullah ynag beribadah kepada Allah, dan sebagai khalifah yang akan mengelola bumi seisinya di-training untuk memiliki kompetensi yang dikembangkan dari potensi-potensi yang telah dikaruniakan Allah kepadanya, ia mengajaknya mengembangkannya. Tarbiyah adalah Development.
                Atau Rabbaa, Yarubbu. Memberdayakan. Ia yang telah tumbuh dan berkembang, harus diarahakan untuk berdaya guna. Islam memanggil manusia-manusia Muslim untuk membuktikan keunggulannya. Islam menghendaki agar sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat, paling besar daya guna dan kontribusinya bagi dunia. Tarbiyah adalah Empowerment.
                Dalam kerangka kerja peradaban Anis Matta, tarbiyah adalah afiliasi, partisipasi, dan kontribusi. Jarak antara Islam dan manusia Muslim sedemikian jauh, hingga Muhammad 'Abduh harus tertekuk dengan ungkapan terkenalnya, "Al Islamu mahjuubun bil Muslimiin, Keagungan Islam telah terhijab oleh kekerdilan pemeluknya." Maka dibutuhkan sebuah rekontruksi terhadap manusia Muslim agar ia menjadi terjemahan hidup dari Islam yang tertatah dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah.
                 Islam, kata beliau, dengan mudah akan memenangkan pertarungan di tataran ideologi dan pemikiran. Tetapi medan pertarungan yang sesungguhnya justru terletak di belantara politik, di panggung budaya, di tengah desingan mesiu, dan di seluruh pojok bumi. Itulah medan manusia.Kebenaran Islam adalah layaknya sebilah pedang panjang terhunus yang menanti tangan perkasa sang pahlawan.
                  Langkah pertama, afiliasi, mengisyaratkan agar dakwah mengembalikan keberpihakan ummat kepada agamanya. Pemahaman terwaris itu harus diubah menjadi pemahaman yang diperoleh dalam keterbimbingan. Keislaman itu harus memiliki akar yang tidak mudah tercabut dari hati. Bangunkan ketertiduran itu. Padanya ada kerja-kerja tarbiyah. Membacakan ayat Allah, mensucikan hati, dan mengajarkan apa-apa yang akan menjawab pertanyaan dan kebutuhan mereka.
                   Langkah kedua, partisipasi, adalah kerja-kerja untuk melepas individu muslim yang kokoh afiliasinya terhadap Islam ke tengah masyarakat. Ia yang shalih akan menjadi seorang mushlih, mendistribusikan keshalihannya di tengah masyarakat. Ia menjadi bagian, sekaligus inti kerja keras yang akan menguatkan masyarakat. Padanya ada kerja-kerja tarbiyah. Menumbuhkan, mengembangkan, memberdayakan.
                    Langkah ketiga, kontribusi, adalah memastikan agar tiap individu Muslim yang berpartisipasi itu mencapai taraf optimal dalam memberikan kontribusi bagi Islam. Salah satu sumber kekayaan masyarakat Islam adalah keunikan individual dari masing-masing manusia Muslim, yang apabila potensi-potensi itu tertuang secara penuh dan membentuk suatu muara Islam yang sinergis, sebuah gelombang peradaban yang dahsyat akan segera bergemuruh membelah sejarah. Padanya ada kerja-kerja tarbiyah. Menyentuh seluruh aspek kehidupan. Ruhnya, akalnya, dan jasadnya.
                     Akan ada waktu kiranya, kata beliau, di mana umat manusia akan sulit membedakan antara pesona kebenaran Islam, dengan pesona kepribadian Muslim. Saya percaya, tentu dengan satu kata awal yang menyejarah itu. Tarbiyah.

Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim, Salim A. Fillah

Tulisan Ustad Salim yang saya salin di atas berperan dalam menjaga semangat saya dalam melingkar, berkumpul, berdiskusi, dan, berbagi dengan teman-teman sholihah, Sahabat surga. Insya Allah.

Sabtu, 15 Maret 2014

Momentum

Tepat 14 Maret kemarin umur saya bertambah. Jatah hidup saya berkurang. Entah berapa lama lagi.

Buat saya mengingat hari lahir itu penting. Untuk apa? Sebagai manusia saya sering lupa, khilaf. Suatu hari mungkin menangis dalam sujud. Hari lain terlarut dalam tawa sampai lupa diri. Suatu hari terkobar semangat menggebu. Hari lain terkulai tak produktif.
Tanpa sadar kita sering menganggapnya sebagai hari paling spesial. Karena pada hari itu seolah-olah dunia memperhatikanmu. Saya menganggapnya sebagai momentum. Hari itu mengingatkan berapa lama kita telah diberi kesempatan hidup (artinya kesempatan untuk beribadah) dan apa saja yang telah kita perbuat untuk umat dan bekal di akhirat. Memang, mengingat hal itu bisa kapan saja dan harusnya setiap hari. Namun itu lah, saya sering terlupa, untuk sekedar mensyukuri nikmat nafas yang masih berhembus hari ini atau mengevaluasi ibadah dan interaksi sosial.
Sama seperti tahun baru, ada evaluasi dan resolusi. Momen-momen yang dijadikan penting bagi orang-orang yang "perencana" seperti saya. Saya tidak merayakannya. Hanya memanfaatkannya untuk merencanakan hidup yang lebih baik untuk akhir yang terbaik. Adanya pergantian tahun, bulan, dan batas tanggal agar kita sadar hidup di dunia itu terbatas.
Hari kelahiran ini mengingatkan saya pada segala target yang saya tetapkan pada tahun ini. Dan momentum ini menjadi pematik agar api semangat saya tak meredup dan terus berkobar.
Memang, alangkah indahnya jika setiap hari sama seperti momentum-momentum itu. saya selalu berharap, setiap hari semakin baik dan istiqomah dalam kebaikan.
Mohon doa dari teman-teman sekalian.

Kita sering menganggap hari ulang tahun begitu spesial. Seperti saya katakan tadi, seolah dunia memperhatikanmu. Hari itu kita akan sibuk membalas ucapan, mengamini doa, menerima kado, dan bersenang-senang bersama keluarga dan teman-teman.
Beberapa tahun belakangan, saat saya mulai memaknainya dengan cara berbeda. Saya mulai merasa, seharusnya hari itu ada momentum lain. Saya fikir, bukan kah itu peringatan hari kelahiran saya? Seharusnya saya juga mengingat saat-saat saya mulai tersentuh udara dunia yang berbeda dengan di dalam rahim. Membayangkan bagaimana ibu saya melahirkan dengan susah payah, mempertaruhkan hidupnya untuk kehidupan saya setelah sebelumnya selalu menjaga saya dalam kandungannya selama sembilan bulan. Dan setelah saya lahir merawat, mengajarkan, membimbing, dan memberikan banyak hal yg tak sekedar materi sampai saya baligh.
Tradisi membuat kita selalu menunggu kado dari kedua orang tua. Sejak saya mulai memikirkan bagaimana saya ada di dunia ini dan perjuangan seorang ibu membuat saya paham ada hal yang lebih penting. Pada hari itu saya selalu mengucapkan terima kasih kepada ibu yang telah melahirkan, merawat, membesarkan, mendidik dan mengenalkan saya dengan yang menciptakan saya.
Hari ulang tahun juga merupakan momentum mengingat jasa-jasa ibu selain pada hari ibu terutama bagaimana ibu mempertaruhkannya nyawanya.
Tentu saja Menghormati ibu, menyayangi ibu, dan mengasihi ibu harus dilakukan setiap hari. Tapi lagi-lagi aku sering terlupa untuk menegaskan hal itu sehari-hari. Bahkan tanpa sadar sering terlepas keluh kesah dari lisan ini. Ini momentum, untuk mengingat kita, menjadikan kita lebih baik dan menghindari dari yang buruk

Mengurai cerita tentang ibu selalu membasahi pipi dengan sungai air mata. Padahal ini hanya sebagian kecil tentangnya, bahkan teramat kecil.

Ibu, aku tahu terima kasihku belum mampu menggantikan jasamu. Aku mohon ridhamu untuk ilmu yang aku pelajari dan mohon doamu untuk Al-quran yang aku hafalkan. Agar kelak aku bisa memakaikan mahkota terindah untukmu di surga nanti. Doakan aku agar menjadi perempuan yang sholihah dan istiqomah agar kelak bisa berjumpa dengan Rasulullah, ibunda Khadijah, Aisyah, Fathimah, Asiah, dan para bidadari di surga nanti.

Ibu, aku mencintaimu hanya karena Allah :')

Senin, 03 Maret 2014

Sebenarnya Ini Curhat

WELCOME MARCH!!!

Sebenernya maret sudah memasuki hari ketiga (perasaan baru kemarin tgl 1) -_-
Akhir-akhir ini jarang nge-blog. Setelah mempersiapkan wisuda itu gue jadi jarang nulis di sini. Ketika ada keinginan bingung mau menulis apa. Terkadang, ketika ada ide malah bingung memulai. Saat itu lah sebuah buku yang kini gue sebut jurnal, bukan diary lagi (biar kerenan :p), menjadi teman yang baik. Ya, gue masih suka menulis apapun pada sebuah buku. Tentang ide-ide, pengalaman berharga, perasaan yg tersimpan, opini pribadi sampai hal remeh-remeh.

oiya, ini ada oleh-oleh dari wisuda kemarin




Doakeun saya bisa menjaga hafalan saya :')


Pertama kali buat blog ini gue sih berharap bisa rajin menulis. Apapun itu. Karena gue percaya setiap kali kita menulis kualitas tulisan akan semakin baik. Semoga gue gitu u,u. Lain waktu gue ceritain deh kenapa gue mau nulis blog tapi ga mau orang lain baca. sampai sekarang gue promosi ke beberapa orang dan minta pendapat. Lain kali ya :D
Ngeblog ini buat gue jadi rajin membaca dan belajar dari tulisan orang-orang. intinya gue jadi sering blog walking gitu. Gue kan masih anak bawang jadi harus banyak belajar dari orang-orang yang tulisannya menginspirasi juga menggerakkan banyak orang. Bahakan gue jadi bisa mengenal orang dari tulisannya. Dan baru aja gue baca seluruh tulisan dari temennya temen gue yang sebenernya gue ga kenal orangnya. Gue suka tulisannya dan itu memberikan energi positif untuk kegiatan gue setelah menulis post ini. Gue berharap tulisan gue semakin baik, bisa menginspirasi dan menggerakkan orang lain juga. Amiin..

Berhubung ini maret, gue punya kebiasaan menuliskan semangat maret di buku-buku gue. March always amazing and this year will be spectacular. Jadi dalam nuansa (masih) SEMANGAT PENAKLUKAN ini datangnya maret jadi bahan bakar berharga untuk mengobarkan api semangat gue (9^^)9
Seperti yang gue tulis di menyambung mimpi 2014. Ada satu target besar pada maret ini. Lagi-lagi, saya mohon doa dari semua yang membaca tulisan ini :)

Nanti sore atau malam gue mau menulis lagi. Sekarang mau mengerjakan tugas dulu... 
See yaaaa


*Sebenernya ini curhat kali yaaa*

Senin, 24 Februari 2014

Sahabat Sampai Surga

Aku kira aku telah mengenalnya
Aku kira aku telah memperhatikannya
Aku kira aku telah memahaminya
Ternyata tidak
Aku hanya mengenalnya saat kita saling bicara
Aku hanya memperhatikannya saat ia bercerita
Aku hanya memahaminya dengan bercermin pada diriku
Kali ini lagi-lagi aku merasa egois
Memang sangat banyak urusan masing-masing kita
Aku berpikir kau tak mau diusik
Aku tak menegur
Sampai kau datang dan mengurai sendiri air matamu
Seberat itu kah?
Dan aku selalu menganggapmu mampu 
Karena yang kutahu kau selalu mampu mengendalikan apapun
Aku salah
Aku benar-benar tak peka
Mungkin tak berperasaan
Tapi kau tak pernah menyalahkanku
Kau selalu mengucap terima kasih
Padahal aku tak tahu untuk apa mengucapkannya
Kata maaf yang bisa kubalas untuk terima kasih-mu
Maaf karena aku yang tak pernah menyadari
Maaf karena aku tak benar-benar paham
Maaf karena aku tak bisa memberi apapun
Maaf karena aku tak selalu ada
Maaf karena aku belum bisa menjadi sahabat yang baik bagimu
Kau memahamiku dengan caramu
Dan aku memahamimu dengan caraku
Yang akan terus kuperbaiki
Bisa kah aku tetap menjadi sahabatmu?
Sampai nanti, sampai yang memiliki kuasa mengumpulkan kita di Tempat terindahNya
Dan kita tetap bersahabat
Dengan sahabat-sahabat baru yang cantik rupa juga laku


Bekasi, 24 Februari, 2014

Sabtu, 01 Februari 2014

Saat aku lelah menulis dan membaca
di atas buku-buku kuletakkan kepala
dan saat pipiku menyentuh sampulnya
hatiku tersengat
kewajibanku masih berjebah
Bagaimana mungkin aku bisa beristirahat?

-Imam An-Nawawi-

Minggu, 26 Januari 2014

Sebuah Kabar Menjemput Senja, Mengetuk Pintu Hati

Ini sudah masuk hari minggu. Seperti malam-malam minggu sebelumnya, tidur setelah isya dan bangun sekitar pukul 23.00. Tapi tadi pukul 22.00 lewat sekian menit aku sudah bangun. Aku selalu menikmati saat seperti ini. Tidur lebih awal, bangun lebih awal, qiyamullail, baca-baca, muroja'ah, menulis seperti ini, dan kalau ada madrid main atau ada big match sekalian nonton :p, kemudian sekitar pukul 03.00 tidur lagi.
Itu semua hanya bisa aku lakukan pada malam minggu. Jadwal di asrama tentu berbeda. Mana bisa habis isya' lansgsung tidur. Sebenarnya hanya menggeser jadwal saja. Tidur malam dan bangun minimal satu jam sebelum subuh dan tidak tidur lagi. Aku bersyukur bisa mengatur waktuku sendiri. Tentu saja aku berharap bisa memanfaatkan waktu sebaik-baiknya.

Hari ini ujian tulis terakhir dan Alhamdulillah berjalan dengan lancar :). Besok masih ada ujian tahfidz juz 27 setengah awal. 
Tadi sore saat baru sampai rumah ada sms masuk dari musyrifahku. Awalnya aku kira hanya sms jarkom-an seperti biasa. Tapi ternyata dugaanku salah. Begini isi pesannya: "Syahidah, kamu ikut wisuda 10 Juz ya, 1 juz lagi dikejar akhir Januari. Siapkan ujian 10 Juz. wisuda tanggal 15-16 Februari."
APA??? dalam hati aku bilang begitu. Kenapa tiba-tiba begini? Aku kan niatnya mau menyelesaikan hafalan dulu dan langsung wisuda 30 Juz. Selain itu ujian 10 Juz??? Kemarin saja waktu ujian 5 Juz aku deg-degan, khawatir tidak lancar walaupun Alhamdulillah aku lulus. Aku ngga bisa membayangkan ujiannya... Sebelum-sebelumnya meskipun sudah sering tasmi' dan ujian tapi tidak pernah 10 Juz langsung. Aaaaa bagaimana ini??
Meskipun pikiran-pikiran tadi melintas-lintas, tapi hatiku mengiyakan. Aku memutuskan untuk ikut saja. Ini jadi tantangan buatku. Lagipula apalah artinya menghafal Al-Quran kalau sekedar dihafal dan tak dimuroja'ah. Ini step pertama menuju 30 Juz. Aku harus memulai perlahan tapi pasti agar nanti hafalanku benar-benar terjaga dan tidak lagi seperti dulu-dulu yang hanya sekedar menghafal.
Aku sangat bersyukur mendapat tawaran ini. Ini juga menjadi pematik motivasiku. Sampai saat ini aku masih berada dalam zona "semangat penaklukkan" dan ujian ini menjadi bensin yang menjaga api semangatku agar terus berkobar.
Ujian ini juga tidak hanya sekedar menjawab pertanyaan menyambung ayat tapi juga menyembunyikan ayat sebelumnya dan menyebutkan kisah yang terdapat dalam ayat tersebut. Allahu akbar... Hadza min Fadhli Rabbii.. Ini tantangan sekaligus anugrah yang Allah berikan. Sebelumnya aku belum pernah ujian seperti ini. Semoga dengan ini aku benar-benar mencintai Al-Quran dengan hati bukan lisan, dengan ikhlas bukan paksaan, dan dengan istiqomah bukan yang tersisa.
Aku bersyukur sekali bisa tinggal bersama orang-orang yang punya semangat tinggi menjaga surat cintaNya. Rasanya sulit untuk menyia-nyiakan waktu begitu saja. Selalu ada teman yang mengingatkan meskipun secara tidak lansung. Seperti saat mau tidur tapi ada yang masih muroja'ah. Ustad juga selalu mengingatkan agar kita tidak mendzolimi diri sendiri. Aku juga tidak mau seperti sebelum-sebelumnya saat masih di pesantren tapi sering mendzolimi diri sendiri dengan sering menyia-nyiakan waktu yg ada. Allahummaghfirlii... 
Ustadzahku juga pernah menasihati saat aku terburu-buru membaca, kemudian mudah lupa karena terburu-buru itu, "Dek, coba tenang. Bacanya pakai hati" Masya Allah... aku seperti ditampar, perih. Kemudian aku introspeksi diri. Apakah aku sudah membaca quran dan menghafalnya karena Allah??? Semoga aku mencintai Al-Quran dengan hati bukan lisan, dengan ikhlas bukan paksaan, dan dengan istiqomah bukan yang tersisa.

Allah selalu punya cara yang tak terduga dalam memotivasi hambanya untuk beramal dan meraih mimpi-mimpinya. Termasuk mimpi bertemu denganmu dan berkumpul dengan orang-orang sholeh di JannahMu :')
Sungguh aku bersyukur atas karuniamu ini ya Allah... Semoga aku termasuk orang-orang yang istiqomah dijalanMu :')


Jumat, 24 Januari 2014

"Pengalaman tiap orang berbeda. Alangkah baiknya jika kita juga belajar dari pengalaman orang lain"

Minggu, 19 Januari 2014

Menyambung Mimpi 2014

Hai, Apa kabar??? ^^
Semoga sehat semua ya.. Aku sedang babak belur parah dari kemarin dihajar soal-soal UAS. Hoho UAS semester ini benar-benar sangat aku pikirkan. Aku jadi serius belajar dan ga pake SKS seperti sebelumnya. Aku berniat cuti kuliah semester depan. Jadi sebelum aku cuti, aku bertekad menaklukkan semua mata kuliah dan mendapat IP >3,5.
Semester ini agak keras memang. Beberapa mata kuliah materinya sangat banyak. Hafalanpun semakin banyak.. Aaaaa namanya juga naik ke level yang lebih tinggi. Tantangannya pasti lebih besar. Tapi aku bertekad tidak main-main semester ini. Mengingat aku masih ogah-ogahan dua semester sebelumnya. Semester ini untuk beberapa mata kuliah kehadiran aku 100%. Gaul ga tuh? Padahal semester sebelumnya banyak alpanya T.T

Eaaaa curcol kan..
Kali ini aku mau memperbarui Wish List yang pada 2013 lalu aku tulis di sini. Tentu saja ada tekad-tekad baru. Kan aku sudah bilang. Misi awal tahun ini adalah "SEMANGAT PENAKLUKKAN"

JANUARI:
- Sampai juz 7
- Nilai Fiqih Munakahat perfect :O
- Nilai Bahasa Arab perfect~
- Mading kasur

FEBRUARI:
- Sampai juz 18
- IP > 3,5
- LTQ 1/2 juz selesai
- Matematika 3 Bab
- 10 English Article
- Biologi 3 Bab
- Kasih kado buat ayah~

MARET:
- GREAT TARGETTTTTTT 30 JUZ!!!!! Amiin... Ya Raab
- LTQ 1 Juz selesai
- Matematika 2 Bab
- Start Chemistry
- Biologi Challenge
- Daftar Super Intensif Bimbel NF -Semoga masih ada tempat-
- Borong buku di IBF -Masih nge-list nih-
- 5 English article

APRIL:
- Prepare ujian quran
- Masuk Super Intensif
- Setengah PS selesai
- LTQ 29 1/2 1
- TO 1 > 750
- TO 2 > 800
- 10 English Article
- Ke HK

Mei: 
- Ujian quran
- Selesaikan PS
- Daftar SBMPTN
- Daftar SIMAK
- Poem Project finish!!

JUNI:
- SBMPTN
- Piala Dunia... (?)
- Lulus ujian tahfidz
- Wisuda :)
- Ramadhan.... -rindu menanti-

JULI:
- Mahasiswa FK gan!! Aamiin...
- Kalimantan i'am comiiiiing...


Segitu dulu. Pasti ada tambahan. Nati aku beri tahu.
Dan tahu kah kamu, tahun ini ada dua targrt besar. Aku beri tahu kamu di sini.
Yang pertama menyelesaikan hafalan Al-Quran 30 juz.
Yang kedua.... FKUI
Aku sendiri kaget waktu membulatkan tekad untuk itu. Tapi setelah aku merenung lagi... akhirnya setelah dua kali ikut tes PTN aku bernyali untuk menetapkan FKUI sebagai target. Bukan sekedar keinginan. Tapi tujuan.
Aku sadar ketika memutuskan untuk memilih FKUI di  SBMPTN nanti maka aku ga boleh main-main. Bahkan ga bisa main-main. Aku harus serius dan istiqomah. Istiqomahnya itu yang sulit. Tapi aku percaya Allah akan membantu hambanya yang bersungguh-sungguh.
Memilih bukan berarti tinggal pilih. Tapi memilih untuk menghadapi tantangan dari pilihan tersebut. Aku tahu ini tidak mudah. Banyak yang harus dikorbankan. Dan mulai semester kemarin perlahan aku tertatih-tatih mengorbankan beberapa hal. Untuk menggapai impian kita. Maka diperlukan harga mahal berupa pengorbanan.
Aku mau serius belajar lagi mulai akhir Januari ini. Karena sampai minggu depan aku masih harus UAS. Aku sudah bertekad untuk menggunakan waktuku selama 4 bulan ke depan untuk fokus pada tahfidz dan mempersiapkan ujian PTN. Untuk sementara sepertinya aku harus meninggalkan sketch book, crayon, pensil gambar, spidol dan komik-komik. Ah berat sekaliiii.. tapi itu hanya sebagian kecil yang aku yakin bisa kutinggalkan untuk sementara waktu. Aku juga harus menjauh dari film-film. Padahal awal tahun ini banyak film menarik yang aku tunggu. Soal film sejauh ini aku telah sukses menahan diri untuk tidak pergi ke bioskop. Termasuk drama-drama korea tentang dokter sekalipun! aku harus menjauhinya untuk sementara. Ada satu lagi yang penting. Kalau semester kemarin aku bisa pergi bebas semau aku, kali ini aku sendiri yang membatasi diri untuk kebebasan itu. Ini jadi penting banget setelah aku pikir-pikir travelling menghabiskan waktuku. Meskipun travelling itu little piece of my life... karena aku mendapat banyak pelajaran dari setiap perjalan, tapi saat ini aku sedang punya tujuan yang lebih berarti. Akhirnya aku memutuskan "Tidak Travelling sampai target setengah tahun tercapai!"
Ini berat, tapi lebih berat lagi jika aku tak mampu menjalankannya. Aku suka tantangan. Dan bagiku ini semua tantangan yang harus dihadapi dengan serius!

Aku sudah cukup bercerita banyak hal padamu kawan.. Di sini juga aku mohon padamu, bukakan pintu maaf untukku. Aku takut kesalahan-kesalahanku padamu menjadi jurang yang dalam pada impian ini. Dengan diri yang amat banyak kekurangan ini aku mohon maaf... Aku juga memohon doa darimu karena aku tahu malaikat akan mengamini doa-doamu. Semoga aku bisa istiqomah dalam menjalankan rencana-rencana menuju target besarku.

Aku juga telah banyak bercerita tentang rencana-rencana dan impian-impianku. Semoga ini rencana menuju kesuksesan, bukan rencana hanya sekedar rencana.
Ya Allah... Jadikanlah aku oarang-orang yang istiqomah

Terima kasih untuk mau membaca ceritaku, mimpi-mimpiku :)

Senin, 13 Januari 2014

Doa Saat Angin Kencang

Minggu, 12 Januari kemarin hujan tak berhenti turun. Sejak subuh sampai subuh lagi. Bahkan dzuhur tadi hujan rintik-rintik masih turun. Hujan turun deras, kemudian reda, deras lagi, reda lagi. Begitu seterusnya. Angin juga berhembus kencang. Eh tapi matahari tak tampak malu-malu loh. Dia masih menampakkan diri dengan gagah. Kemarin aku mencuci baju. Semoga Matahari yang tetap bersinar menjadi berkah :)

Ketika hujan turun sesungguhnya Allah sedang mengirimkan serdadu langit untuk menyampaikan titah keberkahan bagi makhluk bumi kasat mata sekalipun. Maka tugas kita adalah menjadi hamba yang pandai-pandai bersyukur agar berkah hujan tersebut dapat kita rasakan.
Oleh karena itu sebaiknya kita berdoa kebaikan karena Allah akan mengabulkan doa orang yang berdoa ketika hujan turun. Ya, salah satu waktu doa akan diijabah oleh Allah adalah ketika hujan turun. Makanya, daripada berlomba-lomba mencela hujan yang tak kunjung reda, lebih baik berdoa sebanyak-banyaknya kebaikan yang kita inginkan disertai syukur terhadap segala nikmat yang Allah berikan.

Dosen saya pernah mengajarkan sebuah doa yang saya jarang dengar tapi ini berdasarkan hadits shohih dari imam Ahmad. Saat itu sedang pelajaran Ulumul Hadits dan hujan disertai angin kencang membuat kami khawatir tidak bisa pulang karena saat itu kelas terakhir.
Ini doanya,


اللهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ هَذِهِ الرِّيحِ، وَمِنْ خَيْرِ مَا فِيهَا، وَمِنْ خَيْرِ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ، وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ هَذِهِ الرِّيحِ، وَمِنْ شَرِّ مَا فِيهَا، وَمِنْ شَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ - See more at: http://www.arrahmah.com/rubrik/doa-saat-bertiup-angin-kencang-atau-angin-ribut.html#sthash.Pv1u9gDc.dpuf

"Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan angin ini, kebaikan yang terdapat dalam angin ini dan kebaikan dari tujuan dikirimnya angin ini. Dan sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari keburukan angin ini, keburukan yang terdapat dalam angin ini dan keburukan dari tujuan dikirimnya angin ini." (HR. Ahmad)

Sesungguhnya banyak hal yang tidak kita ketahui tentang takdir Allah. Yang penting kita ingat adalah takdir Allah selalu yang terbaik. Bila ingin mendapat yang terbaik, maka kita juga harus melakukan amal dengan sebaik-baiknya.

Semoga bermanfaat untukmu, juga untukku :)

Minggu, 12 Januari 2014

Semangat Penaklukkan

Hai, apa kabar? Rasanya ini menjadi pertanyaan wajib setiap kali aku menulis. Mungkin lebih tepatnya setiap kali aku benar-benar merindukan rumah dan sudah lama tidak bercerita di sini. Padahal baru seminggu lalu :D.

Minggu ini luar biasa. Melengkapi luar biasanya minggu sebelumnya. Pada sepuluh hari pertama bulan pertama tahun 2014 ini banyak hal yang terjadi. Sama sekali tak kuduga. Aku percaya ini bagian dari rencana Allah dan rencanaNya pasti yang terbaik.
Dalam kalender masehi Januari adalah permulaan dan menjadi sangat penting bagi sebagian besar orang. Aku salah satunya. Meskipun pergantian tahun sepintas hanya berarti perubahan angka ditambah lagi penanggalan masehi bukan berasal dari orang islam. Karena agenda tahunan kita memang menggunakan kalender masehi kecuali untuk waktu ibadah seperti puasa maka ini menjadi penting bagiku.
Karena ini sudah memasuki Januari 2014 berarti waktuku untuk menyelesaikan target Al-Quran tinggal 2,5 bulan lagi dan untuk FK 4,5 bulan lagi. Tidak lama dan aku sadar akan hal ini. Maret dan Juni merupakan target penting tahun ini. Karena hal itu, Januari ini menjadi bulan penting sebagai pengingat sekaligus pelecut semangat agar aku menambah daya pacu. Karena hidup penuh pilihan, maka awal tahun ini menjadi pilihanku untuk menaklukkan atau ditaklukkan. Tentu aku memilih untuk menaklukkan. 
Menaklukkan berarti aku mampu mengevaluasi yang lalu, memperbarui rencana, menyulut api semangat, semakin mendekatkan diri pada Allah dan selalu percaya akan kehendaknya, dan mengendalikan nafsu dunia. Tentang rencana, orang bilang bila kita telah mampu melakukannya berarti kesuksesan telah lima puluh persen dalam genggaman. Lima puluh persen akan bertambah bila kita berhasil menjalani rencana dan berkurang saat kita menyerah sebelum memulai. Dan itu semua adalah pilihan.
Memasuki sepuluh hari kedua bulan Januari ini aku telah memutuskan beberapa hal penting. Next time akan aku ceritakan :)
Aku berharap lima puluh persen kesuksesan yang telah aku capai menunjukkan grafik menanjak. Aku harus faham bahwa sejatinya kesuksesan tak bisa diraih hanya dengan peranku seorang. Seperti seorang pemain sepakbola, sehebat apapun skill individunya ia tetap membutuhkan peran rekan setimnya dalam sebuah pertandingan. Begiu juga dengan seorang aktor dalam sebuah film. Meskipun ia memerankan karakternya dengan sangat baik, filmnya tak akan laku tanpa skenario yang bagus, arahan sutradara yang jelas dan dukungan dari aktor lain. Ya, karena kita hidup dalam jama'ah. 
Sukses sendiri itu tak membekas. Berperan dalam kesuksesan orang lain dan sukses bersama banyak orang itu indah. Aksi reaksi berlaku. Lagi-lagi ini pilihan.

Semangat 2014 ini aku beri nama SEMANGAT PENAKLUKAN!!!

Semoga rahmat Allah melimpahi kita semua :) 

Minggu, 05 Januari 2014

PAGI!!!!!

SELAMAT PAGIIIIIIIIII :)



Pagi ini hebat, aku sudah beres-beres rumah, mencuci baju, masak -asli aku yang masak loh ^^- dan yang paling penting aku sudah MENCUCI SEPATU YEAH!!!
Lama sekali sepatuku yang satu itu tidak dipakai karena kotor dan malas mencucinya (parah --") tadinya mau nyuci sandal crocs juga tapi ga jadi hehe. Masih ada satu sepatu lagi yang kotor dan belum dicuci, tapi ditinggal di depok dan aku belum merencanakan untuk mencucinya. Jadi sekarang aku tinggal punya empat sepatu, satu sandal dan satu sepatu cantik, eh sepatu atau sandal ya? yang wedges aku pernah ceritakan sebelumnya itu loh..
Btw, masakanku pagi ini sederhana sekali tapi enak loh.. :3


*Sebenernya ini aku curi-curi waktu lagi ngerjain tugas yang semalem belum kelar dan pukul 13.00 WIB nanti harus dikumpilkan. Aku cuma mau cerita itu doang ko hhe oke sekiaaaaaan...*

Sabtu, 04 Januari 2014

Sampah yang "Menarik Hati"

Welcome 2014

Minggu ini saya agak terusik dengan suatu penyakit yang telah lama menjangkit bangsa ini. Korupsi? bukan, bukan itu. Ini tentang benda-benda kecil yang diabaikan dan berdampak besar. Sampah. ya, sampah-sampah yang menumpuk dan berserakan mampu menyita perhatian saya. Meskipun saya mendisiplinkan diri untuk peka terhadap sampah, namun baru akhir-akhir ini saya memikirkan masalah besar ini.
Sejak kecil tentu para guru telah mengajarkan kita untuk membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan lingkungan. Tidak hanya teori, seringkali kita pun diajarkan secara langsung dengan adanya jadwal piket kebersihan harian dan juga kerja bakti sekolah pada waktu-waktu tertentu. Bekal yang ditanamkan pada kita sejak kecil rasanya cukup untuk membentuk kita menjadi pribadi yang disiplin dan bertanggungjawab. Sayangnya, semakin tumbuh dewasa kita, pelajaran yang tertanam sejak kecil semakin terkikis.
Fenomena sampah yang sering keluar dari jendela mobil sudah menjadi hal yang lumrah. Seseorang mengatakan, mereka yang norak dan kampungan bukan orang-orang yang ke mall dengan sandal jepit tipis dan pakaian compang-camping untuk sekedar menyenangkan anaknya jalan-jalan, tetapi mereka adalah orang kaya yang yang merasa berpendidikan tinggi tetapi merokok di depan anak-anak, parkir di sembarang tempat atau membuang sampah lewat jendela mobilnya, mereka memiskinkan pendidikan yang mereka raih setinggi-tingginya.
Awal mula saya jadi begitu memikirkan sampah di Indonesia, terutama jabodetabek, saat saya menghadiri perlombaan yang diikuti sepupu saya minggu 29 Desember di kawasan senayan, tepatnya di ISTORA Senayan. Saat itu hari minggu dan sedang banyak acara di sana. Dari orang-orang yang olahraga pagi, acara pesta bakso, GPMB, dan pertandingan sepak bola sejak sore hingga malam hari. Dari awal pintu masuk sampah yang berserakan sudah terlihat. Di sepanjang jalan, sekitar stadion dan tempat parkir tidak ada yang terbebas dari sampah. Lebih tercengang lagi saat saya berada di kawasan ISTORA, pada satu sisi lapangan parkir menggunung sampah kotak makanan yang baunya menyengat. Kalau dilihat dari banyaknya, itu bukan hanya sampah pada hari itu saja. Padahal kan ini adalah kawasan olahraga yang seharusnya tercipta juga lingkungan yang sehat. Langsung muncul berbagai pertanyaan dalam pikiran saya. Sampai-sampai saya memikirkan bagaimana mengurangi saja, belum benar-benar menghilangkan jumlah sampah di ibukota. Karena seperti yang kita tahu, sampah menjadi salah satu penyebab banjir dan juga sumber penyakit. Sampai pusing saya memikirkan sampah-sampah itu.
Saat saya mebuka twitter saya tahu Gubernur Jakarta yang banyak dikagumi masyarakat datang ke senayan untuk menghadiri dua kegiatan pada hari itu. Menutup acara GPMB dan Trofeo Persija. Sampai saat sore hari saya pulang semakin banyak sampah berserakan. Saya berharap Pak Jokowi melihat keadaan senayan saat itu dan juga peka untuk mau memperhatikan masalah tersebut dan mencari solusi terbaik. Mungkin dengan menyediakan tempat sampah yang memadai dan menyediakan petugas kebersihan lebih banyak lagi agar sampah yang menggunung cepat teratasi dan menggaji mereka dengan gaji yang pantas, tidak hanya dengan "uang rokok" karena mereka adalah pahlawan lingkungan.
Karena saya sudah benar-benar "geli" dengan masalah ini, saya juga membuat beberapa rencana untuk mengurangi sampah yang bertebaran di ibukota -oh ibu yang compang-camping karena kesombongan wargamu-
Tahap awal saya akan melakukan pendataan penyediaan tempat sampah di beberapa tempat umum seperti stasiun, taman kota dan beberapa tempat wisata. Karena saya fikir pemicu dari terjadi tindakan mengotori lingkungan dengan sampah juga berasal dari kurang tersedianya fasilitas. Saya baru mempunyai rencana, saya harap rencana saya untuk kota yang lebih bersih dapat terlaksana.
Saya rasa banyak orang memikirkan hal ini. Semoga kita semua menjadi pribadi yang semakin baik dengan meningkatkan rasa kepedulian dan tanggungjawab kita terhadap lingkungan. Kita cinta Indonesia maka kita peduli :)

Sabtu, 28 Desember 2013

Sahabat Sang Nurani

Satu saat, kuminta nasehat pada seorang sahabat
aku merasa tak layak akh, katanya

Aku tersenyum dan berkata
jika tiap kesalahan kita dipertimbangakan
sungguh di dunia ini tak ada lagi orang yang layak memberi nasehat

Memang merupakan kesalahan
Jika kita tentu saja saling menasehati
tapi dalam diri tak ada hasrat untuk berbenah
dan menjadi lebih baik lagi di tiap bilangan hari

Tapi adalah kesalahan juga
jika dalam ukhuwah tak ada saling menasehati
hanya karena kita berselimut baik sangka kepada saudara

Dan adalah kesalahan terbesar
jika kita enggan saling menasehati
hanya agar kita sendiri tetap
merasa nyaman berkawan kesalahan

Subhanallah, di jalan cinta para pejuang
nasehat adalah ketulusan
kawan sejati bagi nurani
menjaga cinta dalam ridho-Nya


-Salim A. Fillah, Jalan Cinta Para Pejuang-



Note: Sulaman kata nan indah di atas sungguh menjadi tadzkiroh buatku yang sering menganggap kedawasaan seseorang adalah tanggung jawab masing-masing. Sejatinya kedewasaan itu adalah kita dan lingkungan yang selalu siaga menopang kita kala terjatuh, mendorang kala terhenti, sekulum senyum dalam letih, pelukan hangat dalam tangis, kelembutan kata dalam ego. Kedewasaan adalah sejumput makna dari indahnya ukhuwah. Karena nasehat dalam ukhuwah adalah cinta :)

Jumat, 20 Desember 2013

Cerita 17-20

Assalamualaikum.. Apa kabar? Malam ini dingin, hujan baru saja turun. Semoga berkah bagi kita semua ^^
Ini jumat malam. Tentu saja, karena aku sudah bisa mengetik sepuasnya di depan sahabatku ini. tadi aku keluar dari asrama lebih cepat karena ada beberapa keparluan, tapi tetap saja sampai rumah ashar.
Tadinya aku ingin menulis tentang asal mula hari ibu, tapi karena saat mencari infonya dalam keadaan yang kurang pas, jadi hanya dibaca dan tak diceritakan kembali.
masih takjub dengan penemuan senin lalu. Bagaimana bisa benang-benang itu saling berkaitan hoho. sudahlah.
Kali ini izinkan aku menceritakan hari-hari di asrama minggu ini.

Selasa, 17 Desember 2013
Hari sebelumnya aku bertekad untuk balik ke asrama pagi-pagi karena telah lewat dari jadwal seharusnya aku kembali. Tapi karena aku membawa cukup banyak barang, aku harus menunggu abi yang harus mengurus beberapa hal pagi itu. jadilah kami berangkat pukul 10.00. sebelum aku ke asrama dan abi ke Cianjur, kami mampir dulu ke rumah pakde di Cibinong. ada apa? mbah dari Magelang akan berangkat umroh pekan depan. Mbah dan pakde akan berangkat dengan rombongan dari bogor.
terakhir bertenu mbah waktu idul fitri lalu. waktu itu mbah kurang sehat. Alhamdulillah saat kemarin bertemu mbah sehat wal afiat :)
pukul 14.00 kurang sedikit aku pamit untuk kembali ke asrama karena ba'da ashar ada agenda rutin pekanan. Ternyata dari rumah pakde ke asrama hanya butuh waktu tiga puluh menit. Naik angkot 08 sampai terminal dan disambung dengan angkot apa saja ke arah Jakarta. Setelah berpikir ulang, aku memutuskan untuk mampir ke toko buku dan tidak balik ke asrama karena sebentar lagi ashar. Aku bermaksud membeli buku diary seperti milik teman sekamarku. Buku itu menarik perhatianku hehe. mataku menemukan buku karya Ustad Salim A. Fillah yang memang sedang ingin aku miliki, Jalan Cinta Para Pejuang. Akhirnya aku memiliki sendiri buku yang menginspirasi itu.
Malamnya aku murojaah tapi kurang maksimal :(

Rabu, 18 Desember 2013
Hari rabu, itu artinya jadwal aku piket kamar dan asrama. Karena sekarang jadwal kajian diganti, maka aku bisa piket lebih awal dan selesai lebih cepat.
Sore hari, aku membeli ta'jil untuk berbuka bersama teman sekamar. Dan untuk pertama kalinya selama tinggal di asrama aku membeli jus wortel. Aku ini penikmat jus wortel, tapi sudah lama tidak menikmatinya u,u
Setelah berbuka puasa, rasanya kenyang dan tak sanggup makan nasi -tetiba, saat menulis ini aku mau es krim-
Malamnya aku menyelesaikan murojaah juz 26 dan ujian. alhamdulillah lancar... dan artinya aku harus mempersiapkan diri untuk ujian 5 juz. Ooooo.... :O
Sebelum beranjak ke alam mimpi, kita ngobrol-ngobrol gitu di kamar. Aku jadi teringat saat-saat di pesantren uhuy. Salah satu obrolan kita adalah tentang hobi main loncat karet saat SD. Ah. Dulu aku suka banget main karet, Jago banget malah eaaaaa. Untuk ukuran anak SD aku termasuk tinggi loh dulu hoho. Karena membicarakan permainan itu, aku jadi ingin main lagi. Kemudian secara spontan aku bilang ke teman-teman di kamar, "Besok aku beli karet ah. Bikin karet buat main."
Kita lanjutkan ceritanya di hari esok...

Kamis, 19 Desember 2013
seperti biasa, kamis jadwal aku piket masak. Kali ini aku juga kebagian belanjanya. bagi yang piket masak harus pandai-pandai memanaj jatah belanja Rp 90.000 untu 30 orang. Awalnya aku pikir bagaimana mungkin? tapi saat dijalani mungkin saja. Bahkan terkadang sisa. Saat belanja, aku lupa membeli kecap. Syukurnya uang belanja masih ada dan aku ke luar asrama untuk membeli kecap. Saat hendak keluar, temanku bilang, "Syah, jadi buat karet?" Oiya, aku lupa. Kemudian aku ke warung membeli kecap dan satu pak karet. Komentar teman-teman satu kamar, "Eh, seriusan beli syah." Ya itu udah aku beli mbak...
Aku agak malas menceritakan sesi masak-memasaknya. Skip yo...
Setelah selesai memasak aku ingat sudah membeli karet dan merangkai karet-keret itu menjadi satu kesatuan. Kapan ya terakhir kali menyambung karet-karet dengan bantuan kedua jempol kaki? :D Tidak lama, jadilah karet itu panjang... Sebagai percobaan aku ikat kedua ujung karet di tangga ranjang dan memainkannya sendiri. Saat seorang temanku pulang dari kampus dan mendapati karet yang masih terikat di tangga dia bilang, "Beneran niat banget ya syah mau main karet haha."
Tapi sampai aku pulang belum juga aku main lompat karet. Siangnya aku harus mempersiapkan diri untuk ujian 5 juz malam harinya.
Oke, akhirnya malam hari aku maju untuk ujian. Deg-degan men... belum semua diulang. Cuma bisa berharap soal-soalnya bisa aku jawab dengan lancar. Godaan yang paling dahsyat itu sebenarnya cuma satu. Aku ngantukkk... ditambah musyrifahnya juga ngantuk. Ala kulli hal, alhamdulillah ujian berjalan dengan lancar walau di awal agak mogok hoho. Jadi selanjutnya aku bisa lanjut ke juz 1 :)

Jumat, 20 Desember 2013
Pagi ini kita kedatangan tamu, Seorang ibu anggota legislatif yang berbagi ilmu dan pengalamannya kepada para santri. Tema yang kita bahas dan diskusikan adalah "Kiprah perempuan dalam da'wah parlemen". Canggih banget kan temanya. Berhubung banyak mahasiswa yang aktif di BEM jadi diskusi berjalan cukup seru. Aku juga mendapat ilmu yang berharga.
Selesai acara aku menyiapkan diri untuk setoran murojaah. Tapi ga jadi di setorin T.T
Pukul 11.30 aku sudah siap untuk keluar asrama. Aku berniat untuk menabung dan mencari kado untuk umi karena besok umi ulang tahun. aku juga ingin membeli sepatu khusus untuk acara-acara macam kondangan gitu lah hoho.
Ternyata BSM tutup saat sholat jumat dan akhirnya aku mencari kado lebih dulu. Tadinya aku bermaksud untuk membeli sepatu yang kuinginkan di lapak-lapak yang menjamur di dalam sebuah pusat perbelanjaan. Tapi susah sekali mencari "sepatu cantik" ukuran kakiku T.T. Berhubung aku pernah mendapatkan sepatu cantik yang ukuran dan modelnya cocok di matahari departement store, aku memutuskan untuk mencari di sana.
Aku termasuk yang tidak suka terlalu lama memilih. Saat aku melihat ada yang modelnya cocok dan ukuran pas langsung aja aku pilih. Ini untuk soal belanja loh ya... Sepatu yang aku beli itu jenis wedges gitu hahaha pengen ketawa kan? gue aja ga nyadar kenapa malah beli wedges -_- Waktu aku coba sih cocok aja, dipakainya juga nyaman. Tapi aku melupakan satu hal, aku tidak mencoba memakai wedges itu sambil berjalan. O ow, aku tidak tahu bagaimana kalau nanti aku pakai. Semoga baik-baik saja ya >,<
Waktu pulang, umi sedang tidak ada di rumah karena masih jadi penguji di LTQ. Saat umi pulang, ternyata aku tidak tahan untuk langsung memberi kado yang tadi aku beli. Padahal umi ulang tahunnya besok. Aku paling tidak bisa membuat kejutan. Ah, lagi pula apalah arti tanggal. Apa bedanya memberi hari ini atau besok. Sebenarnya salah satu alasannya juga adalah, karena besok orang rumah sudah mulai beraktifitas di luar rumah sejak pukul 06.00 sampai sore.

Itu sebagian ceritaku pekan ini. Datar ya? Yes, aku merasa minggu ini kurang josh. Hanya saat ujian Quran itu yang penting hoho
Sesaat aku liat jam di kamar. Waktu menunjukkan pukul  22:53. Dan jam di HP-ku menunjukkan pukul 23:26. Malam semakin larut larut. Aku pamit untuk menyiapkan diri menyambut esok :)

Wassalamua'laikum~

Selasa, 17 Desember 2013

Maju Sejengkal, Mundur Seribu Langkah

Melihat judul di atas, kesannya seperti menyerah padahal baru memulai. Jika kubus memiliki enam sisi yang sama besar, kesan tadi bisa dikatakan sebagai alas, maka masih ada lima sisi yang bisa mengesankan judul di atas. Enam saja, terbatas umtuk hal ini (maksa). 
Lantas ada apa dengan judul tersebut? Tampaknya perannya begitu penting kali ini. 
Sebelum aku bercerita, aku ingin mengutarakan satu kesan tentang judul tersebut. Pernah menghitung berapa jengkal langkahmu? Sejengkalku tak sampai sepanjang telapak kakiku. Artinya, aku bahkan belum melangkah. Sesuatu yang tergesa-gesa tak pernah baik. Dalam hal ini aku menggunakan pemikiran tersebut dan aku rasa keputusan seribu langkah itu tak salah.

Dan ini ceritaku...

malam ini, tepatnya telah berganti pagi, aku berkesempatan berbagi cerita. Aku tidak bisa setiap hari menulis di sini. Rasanya seminggu sekali minimal tidak menulis seperti hutang yang harus dibayar minggu berikutnya. Tadinya aku tidak berniat sama sekali untuk bercerita saat sahabatku ini ku hidupkan kembali :D. Kemudian aku blog walking untuk mencari motivasi untuk kembali ke rutinitas esok hari.
Kejutan, itu yang aku dapat saat membaca blog seseorang yang sebenarnya baru ku kenal dan aku tak yakin akan mengenalnya lebih jauh. Awalnya hanya ingin membaca-baca karena aku pikir tulisannya bisa menginspirasi -berhubung blog ku masih prematur- Sampai pada suatu tulisan aku menyadari tulisan tersebut seperti pernah aku temukan di tempat lain. Ah iya, aku tahu. Sebelumnya aku pernah membaca blog lain. Ternyata ada benang yang mengaitkan.
Awalnya aku hanya mengira, sampai suatu tulisan menjelaskan semuanya. Hahaha, rasanya seperti menemukan harta karun yang hilang. Dunia tetap luas, tapi pertemuan takkan ada yang pernah menduga. Sebenarnya "harta karun" yang kutemukan tak berarti banyak. Ibaratnya aku berusaha rendah hati dan mengubur lagi harta itu untuk entah siapa yang akan menemukan karena aku merasa cukup dengan yang kumiliki dan aku rasa ini sebuah permainan yang mungkin akan menarik untuk entah siapa yang akan memainkannya.
Aku kira, masih ada banyak "harta karun" yang tersembunyi di belahan dunia lain yang tiba-tiba akan kutemukan juga. Tentang "harta karun" di atas aku rasa episodenya telah berakhir. Dan sampai aku menuliskan kalimat ini aku masih senyum-senyum geli mengetahui apa yang kutemukan.

Satu hal yang tidak ku lupa, aku ucapkan terima kasih kepada kalian yang membuatku menulis untuk pekan ini :) juga untuk motivasi yang mungkin kalian tak pernah tahu bahwa kalian berperan penting untuk semangatku esok hari.

Semoga besok aku benar-benar bisa kembali ke asrama pagi-pagi :D

*di sini dingin, waktu menjelang fajar, jadi aku percepat ceritanya :p*

Minggu, 08 Desember 2013

AKU MUSTI BERUBAH: RASULULLAH TELADAN TERBAIK

Yap ini sambungan dari postingan minggu lalu.
Begitu banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari orang-orang di sekitar atau bahkan orang yang tidak kenal sekalipun. Kuncinya hanya kemauan kita untuk menerima pelajaran tersebut dan tidak bersikap angkuh untuk mau menerima kebaikan :)

Dari sekian banyak kisah-kisah menginspirasi dan juga memotivasiku untuk menjadi pribadi yang semakin baik, hanya ada satu sosok yang benar-benar teladan dalam hidupku. Aku menyebut namanya dalam sholat setiap hari. Tapi aku sering kali lupa makna dari syahadat yang aku baca. Seakan-akan apa yang aku kerjakan hanya untuk menggugurkan kewajiban.
Padahal ketika aku bersaksi atas namanya minimal sembilan kali dalam sehari. belum lagi shalawat yang dipanjatkan kepadanya. Seharusnya itu membuat rinduku padanya semakin membuncah karena menyebut namanya dan mengingat sosoknya.
Kemudian aku membaca buku-buku tentangnya. Allahu akbar... entah mengapa saat membaca kisah perjuangannya dan sahabat-sahabatnya yang begitu setia berbagai perasaan muncul tak karuan. Antara semangant yang tiba-tiba menggelora, Haru yang begitu dalam, Rindu yang teramat dan sesal yang.. ah, kenapa aku baru memahami, padahal aku telah tau kisah-kisahnya sejak kecil. Tapi seakan itu hanya kisah belaka tanpa bisa aku ambil pelajarannya.
Tapi aku telah sadar, sebaik-baiknya teladan adalah sosoknya. sosok utusan Allah yang maksum. Rasulullah Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam :')
Ya, saat aku merasa salah dalam bersikap, aku mencoba mengingat teladan-teladan yang beliau ajarkan dalam kesehariannya.

Saat aku sedang putus asa karena amanah dakwah, carut marutnya negri ini, dan rasa tidak adil yang aku dapatkan, kisah beliau saat berdakwah kepada penduduk Thaif mengingatkanku. Saat itu, sang utusan ditolak, bahkan dicaci maki dan dilempari batu hingga dari wajahnya keluar cairan merah. Sungguh sebuah perlakuan yang buruk. Namun ketika malaikat jibril menawarkan untuk meratakan Thaif dengan dua gunung di sekitarnya, Rasulullah menolak dan mendoakan agar kelak penduduk Thaif menjadi orang-orang yang setia dalam melindunginya dan istiqomah dengan keislamannya.

Ketika aku merasa sedih karena beberapa hal yang terjadi, kisah tentang Ammul Huzn menegurku. Tahun duka cita, tahun yang sangat berat untuk dilalui seorang Rasul sekalipun. Sejak pemboikatan, wafatnya Istri tercinta, yang telah memberikan segalanya untuk da'wah, disusul wafatnya seorang paman yang selalu siap untuk membelanya dan syahadat yang tak terucap dari lisannya. Sedih yang teramat dalam aku rasa. Tapi Rasulullah begitu tabah menghadapinya. Beliau tahu umat membutuhkannya dan jalan da'wah masih begitu panjang terbentang.

Ketika aku ingin marah karena kesal, sebuah kisah teladan tentang kesabaran dan perlakuan baik mengingatkannku. Rasulullah selalu mendapat cacian saat melewati rumah seorang nenek. Namun suatu hari sang utusan heran karena pada hari itu beliau tidak mendengar caci maki nenek itu. Rasulullah pun bertanya kepada tetangga nenek itu. Ternyata nenek itu jatuh sakit dan ia tidak punya keluarga yang merawatnya. Dengan sabar dan penuh kasih sayang Rasulullah merawat nenek itu. Membantunya mengunyah makanan sampai benar-benar lembut. Suat hari nenek itu merasa ada yang berbeda pada saat ia makan. Ia merasa orang yang menyuapinya berbeda dari biasanya. sampai kemudian ia tahu bahwa orang yang selama ini merawatnya adalah Rasulullah. Orang yang selama ini ia caci maki.

Saat malas dan bosan menghampiri, aku teringat saat Rasulullah menyendiri di Gua Hira untuk mendekatkan diri pada Allah. Saat itu masih masa awal pernikahan dengan Khadijah. Dalam setahun beliau menggunakan sebulan dari waktu yang diberikan Allah untuknya dengan beribadah di Gua Hira. Saat itu kondisi Makkah masih Jahiliyah, keadaan kota benar-benar tidak teratur. Rasulullah merasa perlu menyendiri untuk menghindari hiruk pikuk kota Makkah yang tidak terkendali dan mendekatkan diri kepada Zat yang begitu agung, yang tak dapat dilihat namun dapat dirasakan keagungannya.

Masih banyak teladan yang Rasulullah ajarkan. Nabi Muhammad menyampaikan Islam dengan perbuatan secara langsung. Bukankah kita sering mengeluhkan orang yang hanya menyampaikan kebenaran tapi kelakuannya bertolak belakang? Itu lah manusia tidak ada yang sempurna. Seringkali kita menolak kebaikan dengan mencari-cari kesalahan orang tersebut. Percayalah, mansusia utusan Allah bernama Muhammad bin Abdullah tidak akan mengecewakan kita dalam menyampaikan kebenaran. Karena beliau adalah utusan Allah yang  maksum (terhindar dari dosa)

Bagiku, membaca kisah-kisah keteladanan dan perjuangan beliau bersama para sahabat merupakan suatu perjalanan ke dimensi waktu yang tak terbayangkan masa kini. Saat membacanya seakan-akan berada pada masa Rasulullah. Hal itu lah yang membuatku selalu rindu berjumpa dengan Rasulullah.

Terakhir, aku teringat saat Rasulullah sedang berada dalam majelis bersama para sahabat. Rasulullah berkata, "Aku merindukan saudara-saudaraku." Kemudian Abu Bakar berkata, "Bukankah kami adalah saudara-saudaramu." Begitupula sahabat yang lain. Namun Rasulullah berkata, "Tidak kalian adalah sahabat-sahabatku tetapi bukan saudara-saudaraku." Lantas siapa yang Rasulullah maksud sebagai saudaranya? itulah pertanyaan yang timbul di benak para sahabat. Kemudian Rasululllah bersabda, "Saudara-saudaraku adalah mereka yang belum pernah melihatku tetapi mereka beriman denganku dan mereka mencintai aku melebihi anak dan orang tua mereka. Mereka itu adalah saudara-saudaraku dan mereka bersama denganku. Beruntunglah mereka yang melihatku dan beriman kepadaku dan beruntung juga mereka yang beriman kepadaku sedangkan mereka tidak pernah melihatku.” (Hadis Muslim)
Allahu akbar, jika kita beriman, maka kita termasuk saudara Rasulullah.. Bukankah ini sungguh indah
Semoga kita istiqomah dalam memperbaiki diri dan termasuk saudara-saudara Rasulullah. Amiin...

Senin, 02 Desember 2013

GUE MUSTI BERUBAH: MENGUASAI DIRI

Pernah merasa bingung, malas, bosan, galau kemudian butuh motivasi? Pasti pernah. Gue juga, pernah banget malah :D
Terus pernah juga ga merasa sedih berlarut-larut atau senang yang banget banget?
Dan merasa jatuh, terpuruk, sampai-sampai mau terpendam aja atau terbang tinggi sampai lupa daratan?
Sebagai manusia normal pasti pernah. Tapi.. sebagai manusia normal juga pasti bisa mengatasinya.

Nah, gue juga pernah merasa, bosan, malas (banget), galau, sedih, senang, marah, kesel. Ya ga aneh sih. Tapi kadang gue menyikapi hal-hal tersebut dengan cara yang sebenarnya kurang baik.
Misalnya nih, kalo gue malas ya gue turutin dulu malesnya, bangkit dikit, males lagi. misal lagi nih, kalau bosan, ga tau mau ngapain, tidur deh... _-_ atau kalau lagi kesel, bawaannya jadi beteeee banget, semua dicuekin, jadi jutek banget dan berujung mau marah-marah -gile ini gue jelek banget-
Pernah juga nih, gua lagi seneng, terus cerita-cerita ke orang ga liat sikon, berisik, ganggu orang jadinya.
Parah banget kan guys itu T.T
Tapi Alhamdulillah gue ga pernah sampai terpuruk. Semoga ga sampai ya Allah... u,u

Karena gue merasa ko gue gitu banget, gue bertekad untuk menjadi manusia yang lebih baik. YEAH! (9^^)9
Perlahan gue berubah, itu butuh proses. Dan proses itu adalah pembelajaran buat gue. Karena gue suka baca buku, terutama biografi orang-orang keren, gue ga mau jadi sekedar pembaca aja dong. Kalau gitu kan percuma aja baca. Jadi gue mencoba untuk jadi pembaca yang cerdas -ciyeee-
Setelah gue membaca buku, menonton video atau film tentang orang-orang sukses, gue mengambil pelajaran dari orang-orang keren tersebut. Bagaimana mereka bisa menghadapi rintangan, menyikapi masalah, melawan ego dan akhirnya menjadi orang sukses.
Sekarang buku-buku tentang kesuksesan banyak. Salah satunya tentang kesuksesan memanajemen diri. Yang berkaitan dengan emosi-emosi gitu lah. Banyak sekali bisa kita temukan di toko buku. Menurut gue itu bagus, tapi ya itu semua tergantung diri kita.
Contohnya, buku Laskar Pelangi, siapa lah yang tak tahu kisa pakcik Andrea ni. Kisah ini bahkan telah terkenal sampai ke negri gingseng sana. Kisah tentang ikal ini mampu membuat gue yang waktu itu sedang menurun semangatnya jadi bangkit lagi. Ikal itu kan anak daerah, serba terbatas kondisi dan fasilitas belajarnya. Tapi dia punya SEMANGAT BELAJAR yang luar biasa sehingga bisa sampai kuliah di Sorbonne. Terlecut ga sih? gue sih IYA! masa gue yang yang dari sd sekolah pake seragam ga bisa sukses kaya dia. Dari situ SETAN MALAS dalam diri gue harus PERGI!!!!
Guys, pada tau Miyuki Inoue ga? Ini orang Jepang yang terlahir sangat imut.. alias kecil banget. Tidak hanya itu, dia juga buta. Sejak lahir ga bisa melihat dunia. Tapi dia mau BERSABAR untuk terus belajar. Yang penting lagi, dia BERSYUKUR dan tak menyalahkan zat yang menciptakannya. Selain Miyuki banyak juga kisah orang-orang yang secara fisik tak sempurna tapi mampu menatap masa depan. Seperti Mozart, Hawking, Hee Ah Lee dan masih banyak lagi. Lalu apa alasan gue buat ga bangkit dan menahan diri untuk sukses??? sama sekali GA ADA ALASAN!!! Apalagi secara fisik gue ga kekurangan sesuatu pun. Gagal itu sesuatu yang wajar dan biasa. Bukankah Allah melihat usaha kita? Yang paling penting adalah usaha kita dan kebangkitan kita ketika gagal. Jangan pernah merasa "Habislah gue" selama jantung kita masih berdetak.
Yang paling berasa lagi kalau kita belajar langsung dengan orang disekitar atau bahkan kita kenal dengan orangnya. Teman misalnya, Gue punya temen waktu di HK yang sabar luar biasa. Ga pernah gue liat dia marah. Bisa banget deh nahan emosinya. Padahal sering banget di buly -bully di HK mah ga parah sih- tapi ga pernah dia marah, dendam atau bahkan sedih dan nangis. Ah, keren banget nih orang. Temen-temen seangkatan kenal banget sama sifat dia ini. Nah, gue belajar GA EMOSI dari dia salah satunya.
Bisa juga nih dalam perjalanan pulang, terus di angkot gue ngeliat bapak-bapak, bahkan kakek-kakek yang mendorong gerobak sampah dan barang-barang rongsokan demi anak istri. KERJA KERAS tanpa kenal lelah. Rasanya ga tega banget kan. Terus di sebelahnya gue liat anak muda ga jelas nongkrong-nongkrong ngapain. Miris woiiii... Tapi gue lagi ga mau bahas itu. Apa yang dilakukan kakek-kakek itu nohok gue men. Gue dengan jiwa muda yang kuat, masa kerjaannya leye leye sih. Ah, MALU meeeenn...
Kadang juga gue blog walking, membaca pengalaman pribadi para penulis blog tersebut. Karena gue percaya setiap orang punya kisahnya sendiri, eaaaa...
Sekarang saat gue merasa malas, gue harus BANGKIT, saat gue bosan, gue harus beralih ke hal POSITIF, saat gue sedih, gue harus TERSENYUM, saat gue kesel dan ingin marah, gue harus SABAR dan PERBANYAK ISTIGHFAR.
YA, segala hal yang jelek harus dibuang.
YEAH GUE MUSTI BERUBAH!!!!!

Banyak banget hal tak terduga yang terjadi. Gue ga pernah tau dari mana datangnya teguran, motivasi, bahkan semangat itu. Gue bersyukur banget Allah masih memberikan gue kesempatan untuk berubah dan memperbaiki diri. Tapi gue ga pernah tahu sampai kapan kesempatan itu datang. Jadi gue ga bisa berlama-lama dalam proses itu.
Gue harus lebih BERSABAR, SEMANGAT, BERUSAHA, KERJA KERAS, TERUS BELAJAR, dan yang paling penting gue harus selalu BERSYUKUR dan BERDOA :)
Gue ga akan membiarkan setan-setan jahanam itu mempengaruhi gue.
Kuatkan aku ya Allah... u,u

Masih banyak cerita tentang perubahan yang mau gue sampaikan. jadi tunggu sesi selanjutnya ya... :)
See ya :)

Berambung........