Minggu, 10 November 2013

Dakwah adalah Cinta

Dakwah adalah Cinta

Memang seperti itu dakwah. Dakwah adalah Cinta. Dan cinta akan meminta semuanya darimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk, dan tidurmu.
Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah, tentang umat yang kau cinta.

Lagi-lagi seperti itu. Dakwah. Menyedot saripati energimu. sampai tulang belulangmu. sampai daging terakhir yang menempel di tubuh rentamu. Tubuh yang luluh lantak diseret-seret. Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari.

Seperti itu pula kejadiannya pada rambut Rasulullah. Beliau memang akan tua juga. Tapi kepalanya beruban karena beban berat dari ayat yang diturunkan Allah.

Sebagaimana tubuh mulia Umar bin Abdul Aziz. Dia memimpin hanya sebentar. Tapi kaum muslimin sudah dibuat bingung. Tidak ada lagi orang miskin yang bisa diberi sedekah. Tubuh mulia itu terkoyak-koyak. Sulit membayangkan sekeras apa sang khalifah bekerja. Tubuh yang segar bugar itu sampai rontok. Hanya dalam dua tahun ia sakit parah kemudian meninggal. Toh memang itu yang diharapkannya; mati sebagai jiwa yang tenang.

Dan di etalase akhirat kelak, mungkin tubuh Umar bin Khatab juga terlihat tercabik-cabik. Kepalanya sampai botak. Umar yang perkasa pun akhirnya membawa tongkat kemana-mana. Kurang heroik? Akhirnya diperjelas dengan salah satu luka paling legendaris sepanjang sejarah; Luka ditikamnya seorang khalifah yang sholih, yang sedang bermesra-mesraan dengan tuhannya saat sholat.

Dakwah bukannya tidak melelahkan. Bukannya tidak membosankan. Dakwah bukannya tidak menyakitkan. Bahkan juga para pejuang risalah. Bukannya sepi dari godaan kefuturan.

Tidak.. . Justru kelelahan. Justru rasa sakit itu selalu bersama mereka sepanjang hidupnya. Setiap hari. Satu kisah heroik, akan mereka sambung lagi dengan amalan yang lebih "tragis".

Justru karena rasa sakit itu selalu mereka rasakan, selalu menemani... Justru karana rasa sakit itu selalu mengintai kemana pun mereka pergi... akhirnya menjadi adaptasi. Kalau iamn dan godaan rasa lelah selalu bertempur, pada akhirnya salah satunya harus mengalah. Dan rasa lelah itu sendiri yang akhirnya lelah untuk mencekik iman. Lalu terus berkobar dalam dada.

Begitu pula rasa sakit. Hingga luka tak tau rasa lagi sebai luka. Hingga "hasrat untuk mengeluh" tidak lagi terlalu menggoda dibandingkan jihad yang begitu cantik.

Begitupun Umar. Saat Rasulullah wafat, ia histeris. Saat Abu Bakar wafat, ia tidak lagi mengamuk. Bukannya tidak cinta pada Abu Bakar. Tapi saking seringnya "ditinggalkan", hal itu sudah menjadi kewajaran. Dan menjadi semacam tonik bagi iman.

Karena itu kamu tahu. Pejuang yang heboh ria memamerkan amalnya adalah anak kemarin sore. Yang takjub pada rasa sakit dan pengorbanannya juga begitu. Karena mereka jarang disakiti di jalan Allah. Karena tidak setiap saat mereka memproduksi karya-karya besar. Maka sekalinya hal itu mereka kerjakan, sekalimya hal itu mereka rasakan, mereka merasa menjadi orang besar. Dan mereka justru jadi lelucon dan target doa para mujahid sejati, "Ya Allah , berilah dia petunjuk... Sungguh engkau Maha Pengasih lagi Maha Penyayang."

Maka satu lagi seorang pejuang tubuhnya luluh lantak. Jasadnya dikoyak beban dakwah. Tapi iman di hatinya memancarkan cinta. Mengajak kita untuk terus berlari.

Teruslah bergerak, hingga lelah itu lelah mengikutimu
Teruslah berlari, hingga bosan itu bosan mengejarmu
Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu
Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu
Tetaplah berjaga, hingga lesu itu lesu menemanimu

-Alm. Ustad Rahmat Abdullah-

Rabu, 06 November 2013

Kepribadianmu dalam Golongan Darah

Sedang ingin menulis mumpung masih di rumah. Tapi kali ini ingin menulis sesuatu yang ringan saja.
Tadi siang aku menyimak twit dari akun @BackpackerStore tentang kepribadian seseorang dari golongan darahnya. Awalnya aku tidak pernah peduli kalau ada orang yang benar-benar menebak-nebak sifat orang dari golongan darahnya. Sampai ada yang nebak, "Kamu golongan darahnya B ya?" Ha? ko dia bisa tau?
Akhirnya aku penasaran juga, apakah benar golongan darah seseorang bisa menentukan kepribadian orang tersebut?
Dari hasil googling, aku menarik kesimpulan bahwa golongan darah hanya berpengaruh sedikit saja terhadap kepribadian. Bahkan ada yang menganggapnya sama sekali tidak berpengaruh. Namun hal ini telah banyak dipercaya oleh masyarakat. Mungkin memang menarik ya mengetahui kepribadian orang hanya dari golongan darahnya haha.

Berikut ini aku mau share tentang Kebribadian dan karateristik seseorang berdasarkan golongan darahnya yang aku dapatkan dari akun twitter @BackpackerStore



Golongan Darah A:
> Sulit beradaptasi dengan perubahan disekitar
> Selalu berhati-hati dalam langkah awalnya
> Sangat pesimis dalam menghadapi sesuatu
> Hidup percaya diri dan sesuai aturan
> Sangat penyabar, pintar dalam menyembunyikan perasaan
> Sangat pengertian dan perhatian

Golongan Darah B:
> Sangat optimis terhadap masa depan
> Mempunyai pola pikir yang bebas sehingga kaya imajinasi
> Jarang terpengaruh oleh lingkungan sekitar
> Selalu terfokus pada hal-hal yang disukai
> Bebas berekspresi tanpa terpaku pada norma yang berlaku
> Tidak suka ikut campur masalah orang lain

Golongan Darah AB:
> Tenang dan sulit ditebak
> Orang yang punya kelebihan dan keanehan
> Dilahirkan sebagai kritikus sejati
> Rasional dan memiliki kemampuan negosiasi luar biasa
> Tidak tertarik dengan kekuasaan
> Selalu jaga jarak dengan orang lain
> Pintar menganalisa

Golongan Darah O:
> Idealis tapi juga realistis
> Selalu berkonsentrasi pada pekerjaannya
> Biasa membentuk kelompoknya sendiri dan waspada dengan orang di luar kelompoknya
> Punya insting bertahan hidup yang kuat
> Memiliki semangat yang tinggi bila tujuannya jelas
> Emosional tapi tidak menusuk dari belakang
> Idealis dan punya prinsip yang kuat



Jadi bagaimana menurutmu tentang paparan di atas? Apakah sesuai dengan kepribadianmu? atau sangat bertolak belakang? Apakah juga sama dengan orang yang kau kenal? Atau bertolak belakang juga?
Haha Apapun itu tetaplah menjadi diri kita sendiri dan jangan mudah terpengaruh terhadap hali yang seperti ini :D

Nah, kalau yang ini tentang diriku. Golongan darah aku B.
> Sangat optimis terhadap masa depan
> Mempunyai pola pikir yang bebas sehingga kaya imajinasi
> Jarang terpengaruh oleh lingkungan sekitar
> Selalu terfokus pada hal-hal yang disukai
> Bebas berekspresi tanpa terpaku pada norma yang berlaku
> Tidak suka ikut campur masalah orang lain

Sabtu, 02 November 2013

Hujan,Payung dan Sepatu Bot



Payung identik dengan hujan, tapi sebagian orang menggunakannya saat cuaca panas sebagai penangkal terik matahari. Meskipun begitu, tetap saja payung identik dengan hujan. Karena aku memang mengenal benda ini lewat hujan.
Aku suka hujan, makanya aku tidak suka payung. Tapi ada juga orang yang suka hujan karena mereka bisa berpayung. Berarti itu bukan aku.
Pertama kali aku punya payung waktu SMP. Tapi tidak bertahan lama. Saat masa-masa bimbel aku juga punya payung. Aku pikir aku membutuhkannya agar air hujan tidak membasahi kepalaku dan buku-buku di dalam tas. Karena itu dua hal yang paling penting saat itu. Tapi itu tidak bertahan lama juga. Padahal aku bertekad agar selalu membawa payung, meskipun saat ada teman yang membutuhkan aku lebih suka meminjamkannya. Kali ini payungnya rusak.
Kemarin-kemarin hujan selalu turun menjelang sore. Bahkan kadang-kadang tengah hari pun langit sudah menumpahkan berkah Allah itu. Karena aku sudah tidak memiliki payung, saat akan keluar asrama aku meminjam payung seorang teman.
Aku memang bukan pengguna payung yang handal. Memangnya berpayung butuh keahlian? Entahlah, aku hanya merasa aku tidak ahli dalam menggunakannya. Makanya ketika aku membawa payung dan ada teman yang membutuhkan aku lebih suka meminjamkannya.
Saat memakai payung tangan rasanya jadi pegal. Selain itu, meskipun sudah berpayung tetap saja bagian bawah pakaian dan sepatu jadi basah. Berpayung juga membuat langkah kakiku sedikit terhambat. Aku kan tidak bisa berjalan lamban.
Ketika hujan deras aku lebih memilih untuk berteduh. Kalau hujan sudah reda aku lebih suka berlari-lari. Tapi yang membuat sebal itu genangan airnya. Kaki yang basah saat aku membuka sepatu itu adalah yang paling tidak enak. Makanya saat berlari itu yang paling menyenangkan. Kalau aku tidak terkena cipratan dan kaos kakiku tidak basah berarti aku hebat hoho. Kalau aku pakai payung aku tidak bisa berlari. Kalau hujan deras dan berpayung sepatu dan rokku akan basah. Makanya bagiku itu sama saja.
Karena kebiasaan itu aku jadi berfikir tentang sebuah usaha. Usaha ini terfikirkan juga karena melihat menjamurnya ojek payung kala hujann turun.
Usaha apa itu?
Usaha penyewaan sepatu bot 
Waktu kecil aku suka sepatu ini. Karena kakiku tidak akan basah. Kaki yang basah dan sebelumnya terbalut kaos kaki dan terpasang sepatu itu sangat tidak baik. Apalagi kalau itu dibiarkan terlalu lama.
Aku belum pernah menemukan penyewaan sepatu bot sebelumnya.
Aku pikir usaha seperti ini bagus untuk orang sepertiku. Tapi aku baru memiliki idenya. Aku belum menentukan bagaimana konsepnya, bagaimana usaha ini akan berjalan, dan bagaimana memajemennya.
Tentang modal dan memulainya itu bukan masalah.
Kembali lagi ke payung, benda ini bagiku tetap juara karena fungsinya yang sangat dibutuhkan. Apalagi payung memiliki bermacam ukuran dan motif yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan selera.
Selain itu, bagi seorang muslimah, payung juga dapat melindungi jilbabnya dan pakaiannya yang bila terkena air hujan bisa membentuk lekuk tubuhnya. Ini juga salah satu alasan mengapa aku berpayung :)
Karena beberapa hari lalu aku kehujanan, aku akan memiliki payung baru. Semoga saja payung kali ini bisa bertahan lama ^_^

Aku suka hujan, karena aku punya permainan di dalamnya.
Aku suka hujan, karena imajinasiku bermain dan menghasilkan ide.
Aku suka hujan, karena saat itu Allah menurunkan rahmatnya.
Aku suka hujan, karena keberkahan menyapa makhluk-makluk bumi.
Aku suka hujan, karena Allah akan mengabulkan doaku.
Aku suka hujan, karena tanpa alasan pun aku tetap menyukainya :)






Senin, 28 Oktober 2013

"Buku Pintar Kedokteran Nabi"

Membeli minimal satu buku perbulan merupakan salah satu dari beberapa rencana yang sangat aku usahakan terlaksana. Mulai dari postingan ini, saya akan berbagi buku yang saya beli tiap bulannya. Bisa juga jadi rekomendasi buat kalian.. :)

Oktober ini saya membeli sebuah buku dengan judul "Buku Pintar Kedokteran Nabi"



Buku ini memang telah aku incar sebelumnya. Pada awal Oktober saya melihat buku ini di toko buku gramedia. Berhubung saat itu membawa uang pas-pasan jadi belum saya beli. Baru pada kamis, 17 Oktober aku bisa membelinya :D
Aku belum tuntas membaca buku ini. Menurutku buku ini sangat menarik. Dalam buku ini dipaparkan hidup sehat ala nabi yang sesuai dengan wahyu dari Allah. Tidak hanya bagaimana hidup sehat, tapi juga terdapat daftar bahan makanan yang biasa digunakan nabi dan dapat kita jumpai sehari-hari sebagai obat alami.
Saat ini buku tentang cara sehat ala nabi memang menjamur. aku pikir itu bagus, Selama apa yang disampaikan oleh buku-buku tersebut tidak mengandung unsur syirik.
Kematian memang sudah ditetapkan oleh Allah, namun sehat atau sakitnya kita merupakan pilihan.
Allahu A'lam

Ketika sehat kita dapat melakukan banyak hal yang bermanfaat. Ibadah pun jadi tambah semangat (amiin)
Menjadi sehat dan taqwa itu membuat bahagia. 
Jadi mari kita mulai hidup sehat dengan mengikuti sunnah nabi! :)

Minggu, 20 Oktober 2013

Ini Pilihanku

Aku banyak berhutang cerita padamu, kawan. Kali ini aku akan melunasi satu ceritaku.

Sebelumnya beberapa kali aku bercerita tentang diriku yang mengikuti tes masuk PTN. Aku tahu, kau pasti heran dan penasaran bagaimana hasilnya, karena aku belum sedikitpun menyinggung hal itu. Ditambah lagi pada tulisanku tentang "Wish List". Loh ko? Begitu kan yang kau pikirkan (yeah ini sok tau)

Hari itu, saat pengumuman SBMPTN jujur gue deg-degan dan penasaran. Tapi gue ga segera ingin tahu dan malah menuju kamar mandi. Menyegarkan diri dulu lah...
Saat gue ingin melihat hasil, si adek langsung bilang, "ini lu jurusan apaan mbak, agroekoteknologi?"
yeah, speachless! Bener-bener ga tau harus ngapain... Akhirnya cuma Alhamdulillah yang bisa gue ucap. setelah itu gue cek hp. widih.... banyak telpon masuk dan sms. ya agak ga tau diri juga sih gue, ini kan momen penting yang orang-orang juga mau tau kabarnya. Dan ternyataaaaa... pulsa gue abis. Hp babeh jadi korban. pulsanya sih.
Sampai menjelang pengumuman UM Undip gue belum memutuskan apakah akan mengambil jurusan tersebut atau tidak. Mau sih.... tapi..... banyak banget tapinya.
Sampai akhirnya pengumuman UM Undip. Saat itu gue baru pulang dari depok setelah bukber Jaraya dan mendapat info kalau UM Undip sudah keluar hasilnya. Saat itu cuma gue yang masih bangun di rumah. Waktu gue buka... Jreng jreng... ternyata belum rizki gue masuk FK Undip. Saat itu gue cuma bisa nyebut nama Allah, perbanyak istighfar.
Sedih sih... sedih banget hahaha, tapi setelah itu sedihnya berkurang waktu gue buka akun ujian temen gue dan dia lulus. Ya seneng lah gue liat ucapan "selamat anda lulus" (konteksnya ga gini juga sih) meskipun itu bukan untuk gue. Siapa sih yang ga seneng temennya diterima universitas.
Hari-hari berlalu dan sampai gue menulis ini ga ada yang tau kan kalau saat itu sampai sekitar ramadhan lah, banyak sekali pertimbangan. Apakah gue harus mengambil Agroekoteknologi itu atau tidak.
Registrasi online sudah, dan pada akhirnya gue memutuskan untuk melepas kampus yang telah menerima gue. Maaf.
Keputusan itu gue ambil bukan dalam waktu singkat. Banyak sekali pertimbangan, mengukur untung rugi (emang dagang), sikronisasi sama impian gue yang lainnya, diskusi dengan orang tua, dan tentu saja memohon petunjuk kepada Yang Maha Kuasa.
Finally, gue ga jadi kuliah di Undip.

Lalu apa sekarang???
masih melanjutkan kuliah di Yapidh. masih weekend. sudah semester tiga.
Selain itu???
hmm... ini pilihanku. Aku memutuskan untuk fokus menunaikan janjiku.
Kali benar-benar memfokuskan diri dan diminta untuk fokus.

Mohon dukungan dan doa ya kawan... :)

Senin, 07 Oktober 2013

Kepada yang Dirindukan langit

Sore itu saat sedang jam terakhir kuliah, Annida memanggilku dengan suara pelan dari bangku depan. Nida menyampaikan kabar yang ia dapat dari Aisyah Hanifah. Saat aku mendengar kabar itu aku langsung mengulangi apa yang ia sampaikan. Aku memastikan kabar yang aku dengar tersebut. Tidak percaya? tentu saja, saat itu aku benar-benar sulit untuk percaya. speachless. Kemudian aku meminta nida untuk memperlihatkan sms yang ia dapat. Aku membacanya sendiri pesan yang Aisyah sampaikan. 
Innalillahi wa inna ilaihi raji'un...
Asma Izzatuz Zahro, Maiz.
Aku sempat tak percaya, tapi kemudian aku sadar. Kehendak Allah siapa yang tahu.
Betapa Umur itu rahasia Allah yang tiada seorang pun bisa menebak-nebak.

Maiz, teman yang mungil, lincah, dan selalu ceria. kau baik hati lagi menyenangkan.

Aku memutar memoriku tentang dirimu. Tak secuilpun ketidakbaikan kutemukan.
Kau sungguh-sungguh teman yang baik maiz. 
Kau tahu maiz, kembalinya dirimu kepada Allah sungguh menjadi pelajaran bagiku.
Rasanya aku belum menjadi orang yang baik. Aku masih sering egois, angkuh, dan tak peduli.
Bagaimana jika aku kembali lantas aku memiliki banyak dosa lantaran sikap-sikap tersebut?

Kematian memang teguran terbaik bagi kita. 

seperti eca bilang, "Andai maiz bangun trus cerita kekita ttg pengalaman sakaratul maut, maka kita akan berhenti menangisi dia dan mulai menangisi diri sendiri"
Eca benar.

Maiz, dari mu aku belajar bagaimana menjaga hubungan baik dengan keluarga, saudara, dan teman-teman. Kau yang selalu tersenyum, sabar, dan pengertian kepada sesama.

Aku benar-benar belajar.

Teman, aku tahu saat ini aku belum benar-benar menjadi teman yang baik. Masih terlalu banyak kesalahan yang aku perbuat. Sangat banyak kelakuan-kelakuan tak pantas yang aku lakukan. 

Tapi aku selalu berusaha untuk berubah. Berusaha mengoreksi diri, mengikis hal-hal tidak baik itu, dan memohon pada Allah agar aku istiqomah dalam perubahan yang telah aku lakukan. 
Aku ini rapuh, kalian adalah penopang yang bisa menguatkanku. Aku membutuhkan kalian. Aku butuh kalian untuk selalu mengingatkan, mendukung, dan mendoakanku agar menjadi manusia yang lebih baik.
Aku bersyukur berada dalam lingkungan yang baik, bersama kalian, semua teman yang pernah aku kenal, merupakan anugrah bagiku. syukur tak terhingga.

Maiz, saat kembalinya dirimu menjadi pelajaran bagi setiap orang, maka kau benar-benar bidadari surga.

Terima kasih untuk semua pelajaran yang kau berikan.
Semoga Allah senantiasa melimpahimu dengan rahmatNya. 
Semoga kita semua dapat berkumpul dalam reuni akbar di jannahNya.

Maiz yang aku cintai karena Allah..
Allahummaghfirlahaa warhamhaa wa'afihi wa'fuanhaa :")


Jumat, 04 Oktober 2013

Pekan Pertama Oktober

Assalamualaikum, apa kabar?
Semoga kita senantiasa dilimpahi rahmat oleh Allah :)

Minggu ini aku pulang lebih cepat. Dzuhur sudah sampai rumah. Tadi pagi aku menyelesaikan tugas juga lebih cepat. Kalau sudah ada tekad semua pasti berjalan lancar. Biidznillah tentunya.

Saat aku menulis ini, penunjuk waktu di hp-ku menunjukkan angka 22:43. Tadi istirahat cukup lama. Lama sekali sebenarnya hehe. Kali ini aku menulis ditemani seporsi nasi goreng. entahlah, dari dulu aku tidak khawatir dengan makan malam hehe. Dan kali ini juga, aku menulis sambi mencuci baju. Mesin sih yang mencuci :p. Oleh-oleh dari asrama, kalau bukan malam ini kapan lagi aku bisa mencuci. besok akan menjadi malam yang malas untuk mencuci setelah seharian kuliah.

Telah sampai pada hari ketiga bulan sepuluh. Aku berharap pada Oktober ini bisa memaksimalkan 78 jamku dengan baik. Sebelumnya aku telah merancang target tertinggi pada September lalu. apa daya, keadaan tidak mendukung. Sistem yamg tiba-tiba menggantung menghentikan sementara aktifitas. Tapi rabu kemarin, sebuah tawaran, perintah tepatnya, membuatku bersemangat untuk kembali memulai. Oke aku akan mulai lagi dengan api semangat yang berkobar :D
Maka dari itu aku bermaksud merevisi tulisan "Wish List 2013/2014"

Sedikit cerita, minggu ini aku agak sebal dengan seseorang. Dia amat egois untuk mau mendengarkan. Meskipun juga dia tidak terlalu banyak berbicara. Entahlah, sosok itu sedang amat menyebalkan. padahal dulu ia sudah menunjukkan kemajuan terhadap tekadnya untuk mengurangi keegoisannya. Aku rasa minggu ini dia tidak menjadi anak yang baik. Allah.. Kuatkan hatinya agar ia bisa istiqomah, konsisten dalam perubahannya ke arah yang lebih baik. Karena namanya mengandung arti kemenangan, aku berharap ia benar-benar menjadi pemenang. Menang dalam mengendalikan segala hal yang tidak baik. Aku yakin dia bisa. Biidznillah. Amiin..

Semoga kita istiqomah dalam kebaikan ya kawan. Mari kita saling mendoakan. Karena berkumpul bersama di JannahNya pasti sebuah kerinduan yang tak dapat dibeli kecuali dengan ridhoNya :)